Tuesday, 8 December 2015

jurnal MENGUKUR SEBERAPA BESAR KETERAMPILAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 TRIMUJO j



MENGUKUR SEBERAPA BESAR KETERAMPILAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 TRIMUJO

Abstract

Judul Penelitian ini adalah; mengukur seberapa besar keterampilan belajar peserta didik dengan menggunakan angket sebanyak 25 butir pertanyaan yang dibagikan kepada 17 siswa yang ada di kelas Xll. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi keterampilan belajar yang di miliki oleh siswa tersebut .penelitian ini merupakan AUM PTSDL  Format -2.

Kata Kunci: mengukur  keterampilan belajar peserta didik

A.  PENDAHULUAN
Keterampilan belajar merupakan keahlian yang didapatkan (acquired skills) oleh seorang individu melalui proses latihan yang berkesinambungan dan mencakup aspek optimalisasi cara-cara belajar baik dalam domain kognitif, afektif ataupun psikomotorik. Namun demikian komponen utama latihan keterampilan belajar dalam konsepsi learning how to learn difokuskan pada individu itu sendiri sebagai learner, sehingga setiap individu dilatih untuk mengembangkanaya dan karakteristik belajarnya sendiri dan bukan ‘dipaksa’ untuk mengikuti gaya belajar yang one size fits for all (satu cara yang sama untuk semua orang).
Pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar tidak terlepas dari berbagai masalah belajar. Salah satunya berkaitan dengan masalah keterampilan belajar. Menurut Syahril dan Riska Ahmad (1987:28) masalah merupakan“ kegagalan individu dalam pemenuhan satu atau beberapa kebutuhan, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan”. Menurut Nana Sudjana (2004:28) “belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang, perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dengan berbagai bentuk, seperti pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan, kemampuan, daya
kreasi, daya penerimaan dan lainnya yang ada atau terjadi pada individu tersebut”. Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh seorang individu yang menghambat kelancaran proses belajarnya”
Erman Amti dan Marjohan (1991 : 67). Masalah belajar yang dialami oleh siswa berkaitan erat dengan keterampilan belajar.Menurut Herman Nirwana, dkk (2002:77)
“keterampilan belajar adalah suatu keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang siswa untuk dapat sukses dalam menjalani pembelajaran di sekolah (sukses akademik) dengan menguasai materi yang di pelajarinya.
B.  Kajian Teori
Keterampilan Belajar Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi ketrampilan. Menutrut Akhadiah, (2005:96) berpendapat bahwa keterampilan diambil dari Skill maka memuat arti kemampuan mengerjakan sesuatu dengan baik dan dilakukan dengan cara memanfaatkan pengalaman dan pelatihan. Keterampilan pada dasarnya potensi manusia yang dapat dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan untuk memaksimalkan semua fungsi perkembangan manusia sehingga menjadikan manusia yang utuh. Keterampilan berarti kecekatan, kecakapan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan cermat. Keterampilan yang dimiliki setiap orang berbeda-beda tergantung agaimana kita berlatih untuk lebih baik. Sedangkan pendapat Moeliono (2007:156 bahwa Keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Seseorang dapat dikatakan terampil bila sudah cekatan dalam melakukan sesuatu dengan baik dan cermat. Setiap orang mempunyai keterampilan yang berbeda-beda. Hal ini akan mempengaruhi hasil tugas yang telah dikerjakan. Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang diperoleh dengan latihan secara berkesinambungan.
Keterampilan tidak hanya membutuhkan training saja, tetapi kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang dapat lebih membantu menghasilkan sesuatu yang bernilai dengan lebih cepat.Menurut Robbins (2000)Keterampilan dibagi menjadi 4 kategori yaitu:
  • Basic Literacy Skill : Keahlian dasar yang sudah pasti harus dimiliki oleh setiap orang seperti membaca, menulis, berhitung serta mendengarkan.
  • Technical Skill : Keahlian secara teknis yang didapat melalui pembelajaran dalam bidang teknik seperti mengoperasikan komputer dan alat digital lainnya.
  • Interpersonal Skill : Keahlian setiap orang dalam melakukan komunikasi satu sama lain seperti mendengarkan seseorang, memberi pendapat dan bekerja secara tim.
  • Problem Solving : Keahlian seseorang dalam memecahkan masalah dengan menggunakan loginya.
Dari pendapat parah ahli diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa keterampilan setiap orang harus diasah melalui program training atau bimbingan lain. Training dan sebagainya pun didukung oleh kemampuan dasar yang sudah dimiliki seseorang dalam dirinya. Jika kemampuan dasar digabung dengan bimbingan secara intensif tentu akan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai bagi diri sendiri dan orang lain.
Kegiatan belajar seharusnya dilaksanakan dengan menerapkan berbagai keterampilan yang meliputi keterampilan dasar membaca, menulis, menghitung, keterampilan mengikuti pelajaran di dalam kelas, membuat catatan, bertanya, dan menjawab (baik lisan,  maupun tulisan), mengerjakan tugas, membuat laporan, menyusun makalah, menyiapkan dan mengikuti ujian, serta menindaklanjuti hasil mengerjakan tugas, ulangan, atau ujian (Prayitno, 1988:8).
  Bentuk-bentuk keterampilan belajar dalam penelitian ini yang diharapkan dapat dikuasai siswa atau peserta didik, antara lain: (1) keterampilan dasar/pokok, Lanner dalam Abdurrahman (1999:200) menyebutkan bahwa keterampilan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Ellis (1978) menyatakan bahwa: from 75 percent of assigned school work requires go to read. Artinya dari 75 persen kegiatan sekolah adalah membaca. (2) Keterampilan Akademik
Winkel (1985:167) melihat perlunya kehadiran  guru pembimbing di sekolah terutama untuk mendampingi siswa agar lebih mampu dan lebih manusiawi, sehingga ia menjadi warga sekolah yang lebih setia, dan anggota masyarakat yang berguna. Selanjutnya, Prayitno dkk (1997.a:189-190) menyatakan bahwa tugas guru pembimbing adalah: 1) memasyarakatkan pelayanan BK, 2) merencanakan program BK, 3) melaksanakan segenap program satuan layanan BK, 4) melaksanakan segenap program kegiatan pendukung BK, 5) menilai proses dan hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan pendukung BK, 6) menganalisis hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung BK, 7) melaksanakan kegiatan tindak lanjut  berdasarkan hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung BK.
           Terkait dengan tanggung jawab guru pembimbing tersebut Erickson dalam Mortensen dan Schmuller  (1964:204) mengemukakan bahwa kegiatan BK di sekolah meliputi: Individual inventory, the counseling, the information service, the placement  service, and the followed service. Berdasarkan pernyataan ini dapat diketahui bahwa pelayanan BK mencakup: pengumpulan data individual, konseling, layanan informasi, layanan penempatan, dan layanan tindak lanjut.
      Dalam pelaksanaan layanan pembelajaran khususnya berkenaan dengan keterampilan belajar siswa di sekolah, guru pembimbing dan guru mata pelajaran dapat menjalin kerjasama dalam mengadakan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan siswa.
     Kegiatan layanan pembelajaran terutama berkenaan dengan ketrampilan belajar kepada siswa seringkali belum dapat berjalan sebagaimana yang direncanakan dengan berbagai alasan dan kendala baik yang datang dari pihak guru pembimbing maupun siswa itu sendiri. Hambatan dari pihak guru pembimbing antara lain adalah keterbatasan waktu, kemampuan dan kemauan dan lain sebagainya, sedangkan kendala yang timbul dari siswa adalah kurangnya minat dan motivasi dalam mengikuti layanan  pembelajaran khususnya yang berkenaan dengan keterampilan belajar serta keengganan siswa mengungkapkan permasalahan yang berkenaan dengan keterampilan belajar kepada guru pembimbing.
       Kendala lain yang mungkin timbul dalam peningkatan keterampilan belajar siswa adalah adanya persepsi guru lain terutama dalam hal ini guru mata pelajaran dan pihak lain yang terkait tentang pentingnya keterampilan dan pengentasan masalah-masalah belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
         Permasalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana mutu, masalah dan bentuk keterampilan yang dimiliki oleh siswa, 2) apa keterampilan belajar yang dikembangkan guru pembimbing, dan 3) bagaimana kerjasama da kendala yang ditemui  dalam peningkatan keterampilan belajar siswa.
       Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya guru pembimbing dalam meningkatkan keterampilan belajar siswa. Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang: 1) kualitas, permasalahan dan keterampilan belajar yang dimiliki siswa, 2) keterampilan yang dikembangkan oleh guru pembimbing, 3) kerjasama guru pembimbing dengan personil sekolah, 4) kendala dan solusi yang dihadapi guru pembimbing.

No comments:

Post a Comment