MENGUKUR
SEBERAPA BESAR KETERAMPILAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA SISWA KELAS XI SMA N 1
TRIMUJO
Abstract
Judul Penelitian ini adalah;
mengukur seberapa besar keterampilan belajar peserta didik dengan menggunakan
angket sebanyak 25 butir pertanyaan yang dibagikan kepada 17 siswa yang ada di
kelas Xll. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi keterampilan
belajar yang di miliki oleh siswa tersebut .penelitian ini merupakan AUM
PTSDL Format -2.
Kata
Kunci: mengukur keterampilan belajar
peserta didik
A. PENDAHULUAN
Keterampilan belajar
merupakan keahlian yang didapatkan (acquired skills) oleh seorang
individu melalui proses latihan yang berkesinambungan dan mencakup aspek
optimalisasi cara-cara belajar baik dalam domain kognitif, afektif ataupun
psikomotorik. Namun demikian komponen utama latihan keterampilan belajar dalam
konsepsi learning how to learn difokuskan pada individu itu sendiri
sebagai learner, sehingga setiap individu dilatih untuk mengembangkanaya
dan karakteristik belajarnya sendiri dan bukan ‘dipaksa’ untuk mengikuti gaya
belajar yang one size fits for all (satu cara yang sama untuk semua
orang).
Pelaksanaan kegiatan
proses belajar mengajar tidak terlepas dari berbagai masalah belajar. Salah
satunya berkaitan dengan masalah keterampilan belajar. Menurut Syahril dan
Riska Ahmad (1987:28) masalah merupakan“ kegagalan individu dalam pemenuhan
satu atau beberapa kebutuhan, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan”. Menurut
Nana Sudjana (2004:28) “belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya
perubahan pada diri seseorang, perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat
ditunjukkan dengan berbagai bentuk, seperti pengetahuan, pemahaman, sikap dan
tingkah laku, kecakapan, kemampuan, daya
kreasi, daya penerimaan dan lainnya yang
ada atau terjadi pada individu tersebut”. Masalah belajar adalah suatu kondisi
tertentu yang dialami oleh seorang individu yang menghambat kelancaran proses
belajarnya”
Erman Amti dan Marjohan
(1991 : 67). Masalah belajar yang dialami oleh siswa berkaitan erat dengan
keterampilan belajar.Menurut Herman Nirwana, dkk (2002:77)
“keterampilan belajar adalah suatu keterampilan yang
harus dikuasai oleh seorang siswa untuk dapat sukses dalam menjalani
pembelajaran di sekolah (sukses akademik) dengan menguasai materi yang di
pelajarinya.
B. Kajian Teori
Keterampilan
Belajar Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi ketrampilan. Menutrut
Akhadiah, (2005:96) berpendapat bahwa keterampilan diambil dari Skill maka
memuat arti kemampuan mengerjakan sesuatu dengan baik dan dilakukan dengan cara
memanfaatkan pengalaman dan pelatihan. Keterampilan pada dasarnya potensi
manusia yang dapat dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan yang
berkelanjutan untuk memaksimalkan semua fungsi perkembangan manusia sehingga
menjadikan manusia yang utuh. Keterampilan berarti kecekatan, kecakapan atau
kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan cermat. Keterampilan yang
dimiliki setiap orang berbeda-beda tergantung agaimana kita berlatih untuk
lebih baik. Sedangkan pendapat Moeliono (2007:156 bahwa Keterampilan adalah
kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Seseorang dapat dikatakan terampil bila
sudah cekatan dalam melakukan sesuatu dengan baik dan cermat. Setiap orang
mempunyai keterampilan yang berbeda-beda. Hal ini akan mempengaruhi hasil tugas
yang telah dikerjakan. Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat diambil
kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan untuk
melakukan sesuatu yang diperoleh dengan latihan secara berkesinambungan.
Keterampilan
tidak hanya membutuhkan training saja, tetapi kemampuan dasar yang dimiliki
setiap orang dapat lebih membantu menghasilkan sesuatu yang bernilai dengan
lebih cepat.Menurut Robbins (2000)Keterampilan dibagi menjadi 4 kategori yaitu:
- Basic Literacy Skill : Keahlian dasar yang sudah pasti harus dimiliki oleh setiap orang seperti membaca, menulis, berhitung serta mendengarkan.
- Technical Skill : Keahlian secara teknis yang didapat melalui pembelajaran dalam bidang teknik seperti mengoperasikan komputer dan alat digital lainnya.
- Interpersonal Skill : Keahlian setiap orang dalam melakukan komunikasi satu sama lain seperti mendengarkan seseorang, memberi pendapat dan bekerja secara tim.
- Problem Solving : Keahlian seseorang dalam memecahkan masalah dengan menggunakan loginya.
Dari pendapat parah ahli diatas kita
dapat menarik kesimpulan bahwa keterampilan setiap orang harus diasah melalui
program training atau bimbingan lain. Training dan sebagainya pun didukung oleh
kemampuan dasar yang sudah dimiliki seseorang dalam dirinya. Jika kemampuan
dasar digabung dengan bimbingan secara intensif tentu akan dapat menghasilkan
sesuatu yang bermanfaat dan bernilai bagi diri sendiri dan orang lain.
Kegiatan
belajar seharusnya dilaksanakan dengan menerapkan berbagai keterampilan yang
meliputi keterampilan dasar membaca, menulis, menghitung, keterampilan
mengikuti pelajaran di dalam kelas, membuat catatan, bertanya, dan menjawab
(baik lisan, maupun tulisan),
mengerjakan tugas, membuat laporan, menyusun makalah, menyiapkan dan mengikuti
ujian, serta menindaklanjuti hasil mengerjakan tugas, ulangan, atau ujian
(Prayitno, 1988:8).
Bentuk-bentuk keterampilan belajar dalam
penelitian ini yang diharapkan dapat dikuasai siswa atau peserta didik, antara
lain: (1) keterampilan dasar/pokok, Lanner dalam Abdurrahman (1999:200)
menyebutkan bahwa keterampilan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai
bidang studi. Ellis (1978) menyatakan bahwa: from 75 percent of assigned school work requires go to read. Artinya
dari 75 persen kegiatan sekolah adalah membaca. (2) Keterampilan Akademik
Winkel
(1985:167) melihat perlunya kehadiran
guru pembimbing di sekolah terutama untuk mendampingi siswa agar lebih
mampu dan lebih manusiawi, sehingga ia menjadi warga sekolah yang lebih setia,
dan anggota masyarakat yang berguna. Selanjutnya, Prayitno dkk (1997.a:189-190)
menyatakan bahwa tugas guru pembimbing adalah: 1) memasyarakatkan pelayanan BK,
2) merencanakan program BK, 3) melaksanakan segenap program satuan layanan BK,
4) melaksanakan segenap program kegiatan pendukung BK, 5) menilai proses dan
hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan pendukung BK, 6) menganalisis
hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung BK, 7) melaksanakan kegiatan
tindak lanjut berdasarkan hasil
penilaian layanan dan kegiatan pendukung BK.
Terkait dengan tanggung jawab guru
pembimbing tersebut Erickson dalam Mortensen dan Schmuller (1964:204) mengemukakan bahwa kegiatan BK di
sekolah meliputi: Individual inventory,
the counseling, the information service, the placement service, and the followed service.
Berdasarkan pernyataan ini dapat diketahui bahwa pelayanan BK mencakup:
pengumpulan data individual, konseling, layanan informasi, layanan penempatan,
dan layanan tindak lanjut.
Dalam pelaksanaan layanan pembelajaran
khususnya berkenaan dengan keterampilan belajar siswa di sekolah, guru
pembimbing dan guru mata pelajaran dapat menjalin kerjasama dalam mengadakan
kegiatan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan siswa.
Kegiatan layanan pembelajaran terutama
berkenaan dengan ketrampilan belajar kepada siswa seringkali belum dapat
berjalan sebagaimana yang direncanakan dengan berbagai alasan dan kendala baik
yang datang dari pihak guru pembimbing maupun siswa itu sendiri. Hambatan dari
pihak guru pembimbing antara lain adalah keterbatasan waktu, kemampuan dan
kemauan dan lain sebagainya, sedangkan kendala yang timbul dari siswa adalah
kurangnya minat dan motivasi dalam mengikuti layanan pembelajaran khususnya yang berkenaan dengan
keterampilan belajar serta keengganan siswa mengungkapkan permasalahan yang berkenaan
dengan keterampilan belajar kepada guru pembimbing.
Kendala lain yang mungkin timbul dalam peningkatan keterampilan belajar
siswa adalah adanya persepsi guru lain terutama dalam hal ini guru mata
pelajaran dan pihak lain yang terkait tentang pentingnya keterampilan dan
pengentasan masalah-masalah belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Permasalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana mutu, masalah dan
bentuk keterampilan yang dimiliki oleh siswa, 2) apa keterampilan belajar yang
dikembangkan guru pembimbing, dan 3) bagaimana kerjasama da kendala yang
ditemui dalam peningkatan keterampilan
belajar siswa.
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
upaya guru pembimbing dalam meningkatkan keterampilan belajar siswa. Sedangkan
secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang: 1)
kualitas, permasalahan dan keterampilan belajar yang dimiliki siswa, 2)
keterampilan yang dikembangkan oleh guru pembimbing, 3) kerjasama guru
pembimbing dengan personil sekolah, 4) kendala dan solusi yang dihadapi guru
pembimbing.
No comments:
Post a Comment